December 30th, 2012
Sekolahku bersinar bak mentari pagi. Tak pernah redup cahayanya. Selalu benderang oleh cinta yang mencintainya. Tak pernah padam cintanya. Selalu menyala karena jiwa-jiwa yang kian lama kian bertambah untuk mencintainya.
Sekolahku dijunjung, disanjung. Cita dan cinta, angan dan harapan, gelak tawa, sedu sedan, semua bercampur menjadi satu, mengungkung, mengatmosfer di angkasa Citarum 23. Hangat menentramkan kalbu.
Setahun. Dua. Tiga tahun. Bukan waktu yang panjang. Akan ada rindu-rindu yang terangkai menjadi satu, cinta mencintai yang tulus. Banyak hati yang masih tertinggal di dalamnya. Setiap kenangan yang takkan pernah bisa dibeli. Setiap jejak langkah yang terpijak sekalipun amat berharga. Membekas, lekat-lekat dalam hati dan ingatan. Jangan, jangan pernah hilang.
Andai kata aku dapat memeluknya erat.

Sekolahku bersinar bak mentari pagi. Tak pernah redup cahayanya. Selalu benderang oleh cinta yang mencintainya. Tak pernah padam cintanya. Selalu menyala karena jiwa-jiwa yang kian lama kian bertambah untuk mencintainya.

Sekolahku dijunjung, disanjung. Cita dan cinta, angan dan harapan, gelak tawa, sedu sedan, semua bercampur menjadi satu, mengungkung, mengatmosfer di angkasa Citarum 23. Hangat menentramkan kalbu.

Setahun. Dua. Tiga tahun. Bukan waktu yang panjang. Akan ada rindu-rindu yang terangkai menjadi satu, cinta mencintai yang tulus. Banyak hati yang masih tertinggal di dalamnya. Setiap kenangan yang takkan pernah bisa dibeli. Setiap jejak langkah yang terpijak sekalipun amat berharga. Membekas, lekat-lekat dalam hati dan ingatan. Jangan, jangan pernah hilang.

Andai kata aku dapat memeluknya erat.