August 30th, 2014

Izinkan Aku Bersikap Egois

Tuhan, sekali ini saja, apa yang kumau, sejalan dengan apa yang Kaugariskan. Aku bukan hendak mengatur, aku bukan maksud berkehendak di atas Engkau, tapi aku tak mau inginku Kaulewatkan.

Setiap penolakan saat ini entah berarti apa yang kugenggam harus kulepaskan, entah berarti Kau ingin aku terus berusaha memperjuangkannya. Bagaimana bila aku amat egois ingin terus menggenggamnya? Bagaimana bila aku setiap harinya rela membiarkan diri tenggelam dan tak tahu lagi di mana permukaan?

Aku tak sanggup lagi mencari, tak sanggup lagi menanti entah siapa. Aku hanya tahu, ada seseorang di hadapanku kini, seseorang yang nyata, yang tak perlu kucari, tak perlu kunanti, dan aku menginginkannya menemaniku sepanjang nyawaku bersatu dalam ragaku di dunia ini.

Izinkanlah aku bersikap egois…

Aku akan sepenuh hati merelakan kau pergi untuk bahagia. Asalkan jika kau sedang terluka, kau tak pulang mencari aku dan membuatku kembali cinta.
(via mbeeer)
August 29th, 2014

citrarudyanto:

Aku duduk di teras rumah bertudung senja

Aku duduk di teras rumah bertudung senja
Matahari sedang gigihnya mencampakan teduh
Angin bergiliran menyapu peluh
Sedang sepasang camar bercumbu lupa waktu

Dan kau tahu?
Puisi mencoba bercerita kepadaku dengan kegilaannya
Dan ku ingat, aku pernah berseteru sekali dengannya
Tentang siapa yang paling waras
Bahasa atau rasa?

Aku manusia, logika bekerja seperti saat bagaimana aku belajar berdiri sendiri
Namun sajakku membumi menggetarkan bahasa-bahasa yang pasti

Dia bilang; “Kau berdiri dengan kaki, kakimu menyentuh bumi. Namun seketika itu pula kau lupa.”

Aku bertanya; “Apa yang terlewatkan?.”

Dia menjawab; “Kau lupa bahwa saat kau pertama kali berdiri sendiri, kau pula merasakan bagaimana rasanya menginjak bumi, untuk pertama kali.”

Hah!
Aku menyerahkan rasaku, pada dimensimu

"Terima kasih. Dan selamat bernuansa kembali."

August 27th, 2014
Kau Tak Kunjung Menyadarinya

Sepertinya kita memang diciptakan untuk bersama. Hanya saja kau masih sibuk mencari dan mengejar yang tak kunjung nyata.
Menolehlah, dan lihat, ada seseorang di sampingmu yang siap kau ajak berlari, berjalan, mengendap, melompat-lompat kecil atau bahkan menari-nari seperti anak-anak pedesaan di bawah rintikan hujan.

Aku sudah siap, hanya saja kau tak kunjung menyadarinya.

(via jalansaja)

(via betariaqmarina)

padamu, jatuh hati begitu mudah, tanpa pikir panjang, seperti orang yang tersesat, dan tak pernah ingin keluar. dan di tempat yang entah, kutemui diri menghayati manisnya jatuh hati sebagai rutinitas yang terus berulang,
August 25th, 2014
August 24th, 2014
They are never leave, even if they have a thousand reasons not to stay.

They are never leave, even if they have a thousand reasons not to stay.

August 15th, 2014

Senja Tanpa Lembayung

Aku melihatmu. Ya, aku melihatmu. Pada perbatasan senja aku melihatmu terdiam di seberang sana. Senja tanpa lembayung. Senja yang dingin. Namun, ada suatu percikan hangat dalam dada ini saat aku melihat engkau di sana. Lalu aku memalingkan pandangku.

Aku memandangmu melalui jendela dan kau masih terdiam di sana seperti aku jua yang terdiam memandangi engkau di sini. Mencuri-curi pandangan dari balik tirai. Saat kau menyadari keberadaanku, lantas aku bersembunyi dari bingkai jendela-jendela besar itu.

Kurasakan debaran jantung itu semakin bergemuruh. Kupandangi langit yang telah melukiskan warna keunguan di ufuk barat. Suasana yang senyap. Saat itu aku menyadari bahwa kau sedang memandang ke arahku dan tersenyum. Aku terperanjat. Senyuman itu…

August 12th, 2014
Jangan katakan sesuatu padanya bahwa itu ialah cinta, tapi lakukan sesuatu untuknya, sampai akhirnya ia tau cinta itu apa.