September 21st, 2014

Padamu

Padamu, kutambatkan hatiku

Padamu, kucurahkan segala rasa cintaku

Padamu, segala kenangan yang tak ingin kulupa darimu

Padamu, segala tangis dan tawaku

Padamu, segala sakit ini mengungkungku

Padamu, segala rindu ini membelengguku

Padamu, masa mudaku

Padamu, masa depanku

Padamu, harta karun terbesarku

Padamu, bahagiaku

Padamu, jiwaku

Padamu, baktiku

Padamu, darah dan dagingku

Dan

Padamulah, masa kejayaanku

September 20th, 2014

kurniawangunadi:

This is beautiful.

Suatu ketika, kita akan memandang cermin di rumah, kala tua. Mengingat masa muda kita yang menggairahkan hari ini. Hal-hal yang membanggakan hidup dan bisa diceritakan kepada generasi penerus. Bekerjalah untuk keabadian :)

(Source: mrlapadite)

September 11th, 2014

Ampuni Ia

Ampuni ia. Semoga setiap rasa sakit, setiap air mata yang jatuh secara sembunyi-sembunyi atau bahkan tertahan, yang menahan segala pilu, dapat menggugurkan segala dosanya.

Ampuni ia, berbelaskasihan lah padanya, sayangilah ia, sebagaimana ia menyayangi aku dengan kasih dan sayang yang tak pernah habis.

I just need someone to calm me down, someone who makes me realize how perfect my life is. ‘Cause now i don’t feel anything but anger
(via ocangaco)
Selamat tanggal 11 September, Alfi Fatimah kesayangan… Selamat bertambah satu jumlah di dunia dan berkurang satu jumlah untuk akhirat. Semoga selalu bisa menularkan 1000 kebaikan Fatimah. Jgn lupa untuk selalu istiqomah pada tiap keputusan yg dibuat. Jgn lupa bangkit lg setelah jatuh. Be Bold, Alfi!! with Alfi – View on Path.

Selamat tanggal 11 September, Alfi Fatimah kesayangan… Selamat bertambah satu jumlah di dunia dan berkurang satu jumlah untuk akhirat. Semoga selalu bisa menularkan 1000 kebaikan Fatimah. Jgn lupa untuk selalu istiqomah pada tiap keputusan yg dibuat. Jgn lupa bangkit lg setelah jatuh. Be Bold, Alfi!! with Alfi – View on Path.

September 6th, 2014
Carilah ia yg tetap setia mendengarkanmu, sebanyak apapun kamu mengeluh.
Dan carilah ia yg tetap setia menyemangati, sebanyak apapun kamu tersakiti.
(via mbeeer)
September 5th, 2014

Aku Marah

Aku marah kau membenciku

Aku marah kau membohongiku

Aku marah kau membohongi dirimu sendiri

Aku marah kau mengada-ada tentang semua yang terjadi

Aku marah kau membuatku amat tak berarti

Aku marah kau melupakanku

Aku marah kau melupakan kita

Aku marah kau sanggup pindah ke lain hati

Aku marah karena hingga kini namamu masih saja tersebut dalam ucapku

Aku marah, pada diriku sendiri, karena aku masih saja sanggup mengingatmu saat kau bahkan tak ingin mengingatku lagi

Aku marah… karena kau benar, aku kalah

August 30th, 2014

Izinkan Aku Bersikap Egois

Tuhan, sekali ini saja, apa yang kumau, sejalan dengan apa yang Kaugariskan. Aku bukan hendak mengatur, aku bukan maksud berkehendak di atas Engkau, tapi aku tak mau inginku Kaulewatkan.

Setiap penolakan saat ini entah berarti apa yang kugenggam harus kulepaskan, entah berarti Kau ingin aku terus berusaha memperjuangkannya. Bagaimana bila aku amat egois ingin terus menggenggamnya? Bagaimana bila aku setiap harinya rela membiarkan diri tenggelam dan tak tahu lagi di mana permukaan?

Aku tak sanggup lagi mencari, tak sanggup lagi menanti entah siapa. Aku hanya tahu, ada seseorang di hadapanku kini, seseorang yang nyata, yang tak perlu kucari, tak perlu kunanti, dan aku menginginkannya menemaniku sepanjang nyawaku bersatu dalam ragaku di dunia ini.

Izinkanlah aku bersikap egois…

Aku akan sepenuh hati merelakan kau pergi untuk bahagia. Asalkan jika kau sedang terluka, kau tak pulang mencari aku dan membuatku kembali cinta.
(via mbeeer)
August 29th, 2014

citrarudyanto:

Aku duduk di teras rumah bertudung senja

Aku duduk di teras rumah bertudung senja
Matahari sedang gigihnya mencampakan teduh
Angin bergiliran menyapu peluh
Sedang sepasang camar bercumbu lupa waktu

Dan kau tahu?
Puisi mencoba bercerita kepadaku dengan kegilaannya
Dan ku ingat, aku pernah berseteru sekali dengannya
Tentang siapa yang paling waras
Bahasa atau rasa?

Aku manusia, logika bekerja seperti saat bagaimana aku belajar berdiri sendiri
Namun sajakku membumi menggetarkan bahasa-bahasa yang pasti

Dia bilang; “Kau berdiri dengan kaki, kakimu menyentuh bumi. Namun seketika itu pula kau lupa.”

Aku bertanya; “Apa yang terlewatkan?.”

Dia menjawab; “Kau lupa bahwa saat kau pertama kali berdiri sendiri, kau pula merasakan bagaimana rasanya menginjak bumi, untuk pertama kali.”

Hah!
Aku menyerahkan rasaku, pada dimensimu

"Terima kasih. Dan selamat bernuansa kembali."